Barokah Rijlaini
Prolog..
Guntur menggelegar menampakkan awan hitam kelabu yang petang. di lubuk hati terdalam rasa sakit tertanamkan akan tekanan yang diberi orang tua.
Cerita ini dimulai di tengah Malam, Aku Menempati Sebuah Asrama yang insyaallah calon penghuni surga tapi sayangnya kulihat kesekitar, Semua masih tertidur pulas, aku bangun setiap malam sekitar pukul 01:30 hanya untuk Melakukan satu hal
Aku mulai beranjak dari syurga dunia Itu menuju keluar, tepat di depan musala pondok putra. Banyak sekali sandal berserakan tidak pada tempatnya. Mulai dari satu persatu, Sandal ku tata berdampingan
Saat Itu hanya ada aku seorang diri dalam satu pondok yang masih hidup akal pikirannya, kegiatan ini kulakukan setiap malam hanya untuk..... ?
Kring....
Bel Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin berbunyi. Semua santri keluar dari asramanya untuk melakukan persiapan salat subuh.Ada seorang santri putra yang kamarnya berdampingan dengan kamarku namanya husean. la memang sering kehilangan sandal. Saat ia keluar dari asramanya, wajah yang awalnya kusut dan capek berubah menampakkan senyuman manis kegirangan. Melihat temanku bahagia, hati ku turut bahagia.
" Al-hamdulillah ya Allah Sandalku ketemu. "
Ucap husean dengan girang.
Aku yang melihat dari belakang turut bahagia karena sandal yang merupakan hal sepele aku carikan dan ku tata, membuat orang mudah menemukannya dan bahagia tentunya.
Malam berikutnya aku terbangun kembali pada pukul 01:30 malam, aku mulai melakukan asupan malamku kembali yakni menata sandal yang berserakan dan tidak sengaja ada seorang temanku yang terbangun dan menghampiriku
"Hasbi kamu ngapain sıh?, kok aku perhatiin setiap malam kamu terbangun hanya untuk menata sandal santri.
tanyanya saat menghampiriku
Kujawab " Iya gak papa, Aku menata sandal setiap malam juga untuk diriku sendiri."
" Maksudnya? " Tanya kawanku tak mengerti
" Aku menata sandal setiap malam agar subuhnya semua santri tidak bingung mencari sandalnya sama halnya dengan ku, Aku Menata sandal agar nanti ketika keluar dari asrama aku tidak bingung kebingungan. " jawabku panjang lebar
7 tahun kemudian aku bekerja di sebuah pabrik yang lumayan besar, dan Ada Kesalahan teknis yg Membuat Pabrika itu Terbakar, hangus Seisinya berubah Menjadi Abu dalam hitungan Menit, Syubahanaallah Untungnya Aku beserta Rekan Keraku Selamat Syukur Al-Hamdulillah, Sejak Saat Iku Aku tidak penya pekerjaan tetap.
Suatu hari di siang yang cerah, aku berada di sebuah tempat makan yang lumayan besar. Dan tidak sengaja, ada seorang bule yang kesulitan mengartikan pesanan bertuliskan bahasa Indonesia. Aku melihat itu merasa tidak tega dan mulai membantunya mengartikan bahasanya.
Setelah kuartikan, bule itu bertanya kepadaku perihal namaku, identitasku, dan pekerjaanku. Aku mulai menjawabnya satu per satu. Dan saat aku bercerita tentang pekerjaanku, bule itu menyela perkataanku.
Ibarat bahasa Indonesia, ia berucap, "Anak muda, saya punya tanah di sini. Tidak ada yang menempati. Saya beserta keluarga akan kembali ke tempat asal kami. Saya minta tolong, tanah ini bangunkan sebuah toko yang besar atas namamu beserta tanahnya. Suatu saat nanti akan kuambil kembali. Masalah uang bangun, saya yang tanggung," ucapnya panjang lebar padaku. Karena saat itu aku tidak punya pekerjaan, aku terima dengan senang hati, hitung-hitung kerja sementara.
10 tahun kemudian, toko yang kubangun kecil-
kecilan sudah menjadi toko bangunan yang mempunyai banyak cabang di daerah yang berbeda. Berkat usaha yang kuperjuangkan dan rida dari Sang Penguasa Alam.
Setiap tahun kunantikan kedatangan orang yang dulu pernah kutemui, tapi ia tak kunjung hadir. Sampai suatu saat kuterima pesan dari nomor yang tak dikenal. Anehnya, orang yang mengetik di balik layar menggunakan bahasa asing yang berbeda dengan bahasa kita. Ia berpesan...
" Hai "
Aku Anak dari mis wadara yg Memberikan sebuah tanah beserta Asetnya. Ia berpesan, bahwa sanya kami beserta keluarga tidak akan pergi ke Indonesia lagi dan tanah itu diwariskan kepada Kamu.
Awalnya Aku tidak Percaya, ku baca lagi dan berusaha kuhubungi kembali tapi tidak Ada jawaban.
Al-hasil rasa imanku dan Cintaku Kepada Allah swt bertambah. Memang takdir tuhan tidak Ada yang terduga di Mulai dari Mempermudah hidup orang. hingga, Orang yang Memudahkan hidupku sendiri. Syukur Al-hamdulillah
Ini kisah nyata bukan karangan tapi pengalaman Bukan penerus tapi pencetus.
Jika Ilmu bisa dicari dengan Mutolaah
Maka Barokah bisa di cari dengan Hikmah
Sudah kusadari setelah Aku keluar dari Istana Suci keduanya yg Penuh dengan tipu daya ini Aku Masih punya pegangan Ilmu dan bekal barokah yg di berikan Oleh guru dan kiai
TAMAT...
By: Rihla wafiroh
Posting Komentar untuk "Barokah Rijlaini "