Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

JEJAK SUNYI MENUJU RIDHO

Tak semestinya menjelma anila.
Memaksa lenyap sebuah angkara,
Pun raga yang dulu membara.Lirih,
 redup pada sebuah aksara.

Aku masih setia di ujung tebing yang tua.
Terpukau biru bumantara,
Kokoh di antara dinding-dinding pejal yang fana.Selaksa ragu menuai mengangkasa.

Rangkaian masa mengalun syahduBerpacu pada renjana yang sendu.
Sembilu memasung sukma yang laluMerundung lara dengan derai yang semu.

Alibi menolak denting yang bertalu.
Pemuda yang kalis oleh waktu,
Kini risak di kaki langit yang biru.
Merapal temu pada sujud yang tabu

Posting Komentar untuk "JEJAK SUNYI MENUJU RIDHO"