Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dari tulisan menjadi kambing

ROUBIN ONLINE.COM – KADEMANGAN.
Di sebuah desa ada seorang anak laki-laki yang kegiatan setiap harinya itu menulis. Ia ingin tahu, dengan kesehariannya ia menulis bisa mendapatkan cuan. Karena, ia berinisiatif ingin meringankan beban kedua orang tuanya dengan cara tersebut.
Ia adalah seorang anak laki-laki yang bernama Rey Zulfikar yang tinggi badannya 175 cm dan nama panggilannya yaitu Rey.
Di suatu hari, Rey dan teman-temannya pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda motornya masing-masing. Sampainya di sekolahan, Rey dan teman-temannya langsung bergegas masuk ke dalam kelas pada saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 yang menandakan bel masuk kelas sudah berbunyi, kring... 
Di dalam kelas anak-anak sudah duduk rapi dengan tujuan menunggu kedatangan guru. Setelah guru datang, beliau mengucapkan salam kepada semua murid di dalam kelas.

Assalamualaikum, anak-anak," sapanya ramah.
"Walaikum salam, Pak Guru," jawab murid-murid serempak.
Pak Guru berdiri di depan kelas, memandang murid-muridnya satu per satu. "Anak-anak, Bapak ingin menanyakan sesuatu kepada kalian."
Zainal, salah satu murid, mengangkat tangan dan bertanya, "Mau tanya apa, Pak Guru?"
"Apa yang kalian ketahui tentang barokah?" tanya Pak Guru.
Rey dengan percaya diri langsung menjawab, "Barokah itu hidup enak, Pak!"
Mendengar jawaban itu, murid-murid yang lain tertawa. Di tengah riuh tawa teman-temannya, seorang siswa menyela dengan nada ketus, "Jangan sok tahu lo, Rey!"
Pak Guru kemudian menenangkan suasana dan mulai memberikan penjelasan mendalam. Beliau menjelaskan bahwa barokah bukan sekadar hidup enak atau bergelimang harta, melainkan kebaikan yang bertambah dan menetap dalam setiap aspek kehidupan. Setelah menjelaskan panjang lebar tentang barokah, Pak Guru melanjutkan nasihatnya mengenai apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi masa depan nanti.
Tak lama kemudian, bel istirahat berbunyi dengan nyaring. Kring...! 
Saat jam istirahat, Rey pergi ke kantin. Di sana, ia melihat Zainal sedang asyik menyantap semangkuk bakso. Rey segera menghampiri dan duduk di sebelah Zainal, Rey pun ingin bertanya kepada zainal.

 Zainal, hari raya Idul Adha itu jatuhnya kapan sih?" tanya Rey.
Zainal menjawab, "Kalau yang aku dengar sih tanggal 27 Mei. Memangnya kamu tidak ada rencana untuk berkurban tahun ini?"
Rey menghela napas panjang. Wajahnya tampak sedikit lesu. "Sebenarnya aku ingin sekali, tapi jujur saja sekarang aku belum ada budget-nya, Nal."
Mendengar keluhan sahabatnya, Zainal teringat akan bakat terpendam yang dimiliki Rey. "Begini saja, kamu kan pintar menulis, kenapa tidak kamu manfaatkan saja skill-mu itu untuk cari tambahan?"
Rey tampak bingung. "Iya sih, tapi bagaimana caranya?"
"Gampang! Kamu tinggal menulis di website, lalu unggah tulisanmu. Nanti kamu bisa dapat uang ketika ada banyak orang yang membaca tulisanmu itu," jelas Zainal memberikan solusi.
Rey pun tertarik. "Oh, begitu ya? Oke, saranmu akan aku coba nanti!".


Pertama-tama, Rey memulai karyanya dengan membuat majalah yang berjudul "Barbel Sahabatku". Majalah tersebut menjelaskan tentang cara berolahraga secara efektif. Dari majalah yang ia karang, ia mendapatkan omzet dengan menjualnya seharga Rp12.500 per set.
Setelah menulis majalah, ia lanjut menulis novel berjudul "Bolpen Ajaib" yang mampu membuat pembaca takjub. Novel tersebut ia jual seharga Rp35.000. Masih banyak lagi karya sastra lainnya yang ia karang.

3 Bulan Kemudian...
Rey berhasil menghasilkan uang sebanyak Rp2.500.000. Uang tersebut ia berikan kepada orang tuanya, dan yang paling penting, ia gunakan untuk membeli hewan kurban. Ia pun menunaikan ibadah kurban pada tanggal 27 Mei 2026.
Kesimpulan dari cerita tersebut:
Tetaplah berusaha walaupun hasilnya tidak seberapa.
TAMAT

Karya: MUZURA & MOZAA

Posting Komentar untuk "Dari tulisan menjadi kambing "