Senja di Majalisus Saniyah
ROUBIN ONLINE.COM – KADEMANGAN.
langit sore berzikir lirih di atas atap pondok yang teduh.
Rintık hujan menabuh rebana pada daun dan jendela berdebu.
Di serambi Majalisus Saniyah cahaya redup merunduk khusyuk.
Angın basah membawa dóa, menyunup ke relung Kalbu
Kyai menuturkan hikayat nabi yusuf dengan suara yang teduh.
Tentang sabar yang menjelma samudra, tentang rindu yang tak layu.
Santriwan dan Santriwati menunduk, pena menari tanpa riuh
memberi makna pada kitab kuning, merajut arti
di sela waktu.
Diantara gemercik hujan dan lembaran yang kian rapuh.
Posting Komentar untuk "Senja di Majalisus Saniyah"