Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KETIKA HINAAN MENJADI MOTIVASI TERBESAR

Di suatu hari yang indah nan cerah ada seorang gadis yang cantik Rupawan, ia bernama Vaniessa Inayah. Dia sangat senang bermain, bercanda Bahkan tertawa riang bersama teman-teman nya,
Ia sering kali menghabiskan waktunya untuk bermain di taman dekat rumahnya, inayum adalah nama panggilannya sedari kecil, karna dia mengartikan bahwa inayum merupakan singkatan dari Ina suka senyum.

Saat teman-temannya sedang asyik bermain, salah satu temannya melihat inayum merenung sendiri di ayunan. Kemudian teman nya pun menghampirinya lalu bertanya
"Inayum.. Tumben kamu merenung? Biasanya kan kamu yang paling asyik sendiri?"
"Iyah ni fir, soalnya sebentar lagi Ina mau di masukan ke pondok pesantren oleh orang tua Ina" Jawab inayum pelan
"Emang kapan kamu mau ke pesantren nya?" Tanya Fira 
"Aku masuk pesantren setelah lulus smp fir" jawab inayum
"Oh begitu... Yaudah sehat-sehat ya di sana, jangan lupakan kami" ucap fira sembari menepuk pundak Inayum
"Iya tenang aja fir, Ina gak bakalan lupa kok sama kalian" ucap Inayum sembari tersenyum.

7 hari pun berlalu..
Akhirnya Inayum pun sampai di hari di mana ia akan memasuki pesantren yang ia impikan, ya'ni pesantren Roubinesia lorong demi lorong sudah ia lewati, banyak sorak-sorak para santri yang ia dengar.
"Di sini ya.. kamar adek" ucap salah satu pengurus yang mengantar nya
"Iya kak" jawab inayum sambil menghentikan langkahnya.
Setelah memasuki kamar nya, inayum pun berkenalan dengan anak - anak di sana, lalu setelah berkenalan ia pun menata baju bajunya di lemari. Dalam masa adaptasi ini, Inayum banyak menghabiskan waktunya untuk bermain, berbagi cerita, dan tertawa riang bersama teman-teman nya.

Setelah berhari-hari ia lewati, kegiatannya pun sama dengan yang dulu, ya'ni bermain, dan bersenang-senang bersama temannya ia tidak pernah memperhatikan pelajaran di pesantren, sehingga nilai raport miliknya turun drastis, ia pun sangat sering menjadi langganan jeweran para guru.

Di suatu hari, ketika ia sedang menyantap nasi di kantin, banyak yang menghinanya karna hampir tiap hari ia berada di halaman pondok, dan hal tersebut tiada bukan adalah hukuman baginya. 
Insya pun merasa malu terlebih ada yang menghinanya dengan hinaan "BODOH"
"Hai hai... Gak bosen kah upacara setiap hari?" Ejek seorang yang melihat dari atas 
"Yah kasihan ya guys nasib nya" ejeknya lagi
Inayum hanya bisa menunduk maku, dan ingin memulai dari awal. 

Pada pagi hari yang sunyi, di aula pesantren terdengar suara seseorang yang membaca dan memahami isi kitab di sana,Dan ia adalah Vaniessa inayumah, salah seorang yang ingin berubah, dan ingin mengambil langkah baru, semangat belajar nya pun terus meningkat, sehingga ia bisa meraih rangking pertama nya di kelas, ia pun selalu mencoba hal baru yaitu dengan menghapal kitab: kontemporer, sehingga tak hanya satu, dua kitab yang ia hafal dan ia pahami, melainkan 7 kitab yang ia betul-betul paham dan ia hapal.

2 tahun berlalu, sekarang inayum sudah bisa mengubah takdir awal yang ia rasakan dengan cara belajar dan semangat yang tinggi, sehingga dia bisa membuktikan pada semua, bahwa Ina yang dulu bukanlah lah Ina yang sekarang ini.
"Inayum... Kamu keren banget si... Ajarin aku dong" ucap sindi yang ingin belajar dengan inayum 
"Ayo... Kita belajar di maktabah ya?" Jawab inayum sembari tersenyum ke arah Sindy.
Banyak prestasi yang inayum miliki, mulai dari juara kelas, dan prestasi olimpiade hadis tingkat kota, Ia pun mendapat pendidikan gratis dari pondok nya.
"Kamu hebat dek.., gimana sih cara jadi kayak kamu?" Tanya mbak-mbak disana 
"Ina dulunya gak kayak gini mbak, Ina dulu gak tau apa-apa tapi Ina Sadar, dengan hinaan yang setiap hari di lontarkan pada Ina, harusnya Ina bisa berubah gak kayak dulu, dan sekarang Ina tau, bahwa hinaan tidak harus di balas dengan hinaan, akan tetapi balaslah hinaan dengan semangat belajar, dan tujuan takdir yang awal, Sehingga Ina bisa sampai pada titik dimana Ina merasa tenang akan adanya"
TAMAT..


Posting Komentar untuk "KETIKA HINAAN MENJADI MOTIVASI TERBESAR"