Untung cuma mimpi
Pagi yang indah, matahari mulai menampakkan diri di ujung timur sana dengan sinarnya yang mulai menerangi suasana pondok. Para Santri yang mulai berkeliaran menuju kelasnya masing-masing, karena kegiatan pondok sudah dimulai.
Aku yang sedang berjalan menuju kelas sambil melihat jam dinding ternyata sudah jam enam lebih,
itu tandanya ustad sudah mulai menuju ke kelas.
Sambari bergegas menuju ke kelas, tiba-tiba ada yang memanggilku.
"Farhan". Ucap santri yang memanggilku.
Akupun menoleh.
"Dipanggil ustadz". Ucapnya.
"Kenapa ustadz memanggilku?". Ucapku penasaran.
Dia hanya mengangkat bahu
"Yaudah, makasih ya". Ucapku, lantas aku menuju kekamar ustadz.
#
"Assalamualaikum". Ucapku, sambil mengetuk pintu
"Waalaikumsalam". Jawab ustadz dari dalam sambil membuka pintu.
"Masuk Farhan". Pinta ustadz.
Aku mengangguk sopan, sambil masuk ke kelas.
"Ada apa ustadz memanggilku". Ucapku langsung.
Ustadz hanya diam, lantas ragu - ragu untuk menjawab pertanyaanku.
"Ada sesuatu yang ingin ustadz sampaikan".
"Ada apa ustadz?". Tanyaku.
"Ada kabar buruk buat Farhan". Jawabnya sambil menahan air mata.
Aku pun langsung bingung melihat ustadz seperti itu.
"Maksudnya ustadz". Ucapku penasaran.
"Tadi pagi ibumu meninggal Farhan, dan keluargamu langsung menelepon ustadz".jawab ustadz.
Aku langsung mematung, dan seketika itu air mataku mengalir tanpa persetujuanku,aku memegang kepala dan menggeleng. "Tidak mungkin ibuku meninggal, tidak mungkin!". Ucapku sambil menangis dan seketika itu pandangan ku menjadi gelap gulita
"Farhan!!!".ucap ustadz sambil berteriak ketika aku jatuh pingsan.
#
Aku langsung bangun dari tidurku sambil mengusap keringat dari kepalaku.
"Ternyata aku mimpi buruk". Utcapku.
"Syukurlah, untung cuma mimpi". Sambil menghela nafas.
Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu.
"Assalamualaikum, Farhan". Ucapnya dari luar.
"Waalaikumsalam, Masuk". Ucapku.
"Kamu kenapa Farhan, kok keringatan gitu?". Tanyanya.
" Aku tadi mimpi buruk". Jawabku.
"Kalau kamu mimpi buruk jangan dipikirin biar gak jadi beban pikiran". Ucapnya, menyarankan.
Aku pun mengangguk, kemudian berkata "terima kasih atas sarannya ya".
"Oo iya kamu ngapain kesini?" . Tanyaku.
"Aduh aku sampai lupa, tadi kamu dipanggil ustadz". Ucapnya.
"Hah!, memangnya kenapa?". Ucapku kaget.
"Gak tau mungkin ada sesuatu yang ingin ustadz sampaikan ke kamu".jelasnya.
"Semoga saja bukan kabar buruk". Ucapku dalam hati, setelah itu aku langsung menuju ke dalemnya ustadz.
TAMAT
Oleh: Ilzam Iskandar
Posting Komentar untuk "Untung cuma mimpi"